29
Nov

Si Loreng yang Terancam Punah

HARIMAU sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah satu-satunya subspesies harimau yang masih tersisa di Indonesia setelah punahnya harimau bali pada 1930-an, serta harimau jawa sejak 1980-an.

Harimau dikagumi sekaligus ditakuti sebagai lambang kekuatan dan kebuasan alam. Gerakannya gesit, lentur, kuat, dan anggun. Harimau sumatera terancam akibat kerusakan habitat dan perburuan liar untuk mengambil kulit lorengnya, serta mengambil bagian tubuhnya untuk pengobatan tradisional.

Status:

1. Terancam Kritis/Critically Endangered (IUCN Red List)
2. Dilindungi UU RI No 5 Tahun 1990 mengenai Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya
3. Jumlah: 400-500 ekor di alam bebas, 232 ekor di penangkaran/kebun binatang

Klasifikasi ilmiah

- Kingdom: Animalia
- Filum: Kordata
- Kelas: Mamalia
- Ordo: Karnivora
- Familia: Felidae
- Genus: Panthera
- Spesies: P tigris
- Subspesies: P t sumatrae

Ciri:

Harimau sumatera adalah subspesies terkecil dari harimau yang masih ada sekarang.
Ukuran rata-rata harimau sumatera:
Jantan: Panjang: 234 cm, Berat: 136 kg
Betina: Panjang: 198 cm, Berat: 91 kg

1. Ukuran tubuhnya yang ramping memungkinkan ia bergerak gesit di rimba.
2. Tidak seperti tungkai depan polos harimau siberia, harimau sumatera memiliki loreng di tungkai depannya.
3. Telapak kakinya berselaput jika direnggangkan, untuk berenang cepat.
4. Cakar dan tungkai yang kuat untuk menerkam dan mencabik mangsa.
5. Harimau sumatera jantan memiliki janggut, misai, dan rambut leher yang lebih panjang dari harimau jenis lain.
6. Loreng harimau sumatera lebih tebal dan gelap daripada jenis lain. Berfungsi untuk kamuflase; tersamar di antara bayangan pohon di lantai hutan. Akibat keindahan kulitnya, harimau diburu.

Kembang Biak

Harimau betina selama hidup dapat melahirkan sekitar 30 anak (sekali melahirkan 1- 6 ekor). Setiap tahun harimau betina bisa hamil dengan masa kehamilan 102-110 hari. Ukuran tubuhnya yang ramping memungkinkan ia bergerak gesit di hutan rimba.

Makanan

Di alam liar, harimau biasa memangsa mamalia berkuku seperti babi hutan, tapir, dan rusa. Seekor harimau rata-rata membutuhkan 6-7 kg daging per hari (dapat menghabiskan 40 kg sekali makan).

Habitat

Harimau sumatera hidup di hutan tropis dataran rendah hingga pegunungan, rawarawa bakau, dan semak-semak. Hanya hidup di Sumatera dan tersebar di sembilan dari sebelas Taman Nasional di Sumatera.

Habitat harimau terancam oleh perambahan hutan dan perluasan perkebunan kelapa sawit. Harimau betina dapat menjelajahi kawasan seluas 20 km persegi, sedangkan harimau jantan sekitar 60-100 km persegi.

Konflik dan ancaman

Sepanjang 1996-2004 telah terjadi lebih dari 152 konflik dengan manusia akibat rusaknya habitat harimau. Ratusan ekor harimau terbunuh, 25 orang tewas, puluhan terluka parah, dan ribuan ternak dimangsa.

Penyebab Kemusnahan Harimau:
1. Perburuan liar yang mengambil bagian tubuh harimau untuk pengobatan tradisional
2. Kerusakan habitat yang berakibat harimau terbunuh dalam konflik dengan manusia

Upaya perlindungan harimau
1. Melindungi habitat harimau
2. Memberantas perdagangan harimau dan menangkap pedagang/pemasok
3. Menutup tempat penjualan produk harimau

Punahnya harimau Jawa dan Bali

Harimau bali (Panthera tigris balica) dinyatakan punah pada 27 September 1937 setelah terbunuhnya seekor harimau betina dewasa di Sumbar Kima, Bali Barat. Kemungkinan besar harimau jawa (Panthera tigris sondaica) pun telah punah sejak tahun 1980-an. Hal ini merupakan kerugian luar biasa bagi keanekaragaman
hayati Indonesia dan dunia.

Harimau Sumatera Spesies Berbeda?

Penelitian yang dipublikasikan oleh Animal Conservation (Juni 1998) menyimpulkan bahwa harimau sumatera adalah spesies yang paling berbeda dari harimau jenis lain. Penelitian dilakukan oleh tim riset program Lewis B dan Dorothy Cullman untuk studi molekular sistematik, The New York Botanical Garden, dan American Museum of Natural History. Harimau sumatera dianggap salah satu dari 6 subspesies yang kini masih ada, sementara 3 subspesies telah punah.

Rangkaian DNA mitokondria menunjukkan bahwa harimau sumatera memiliki tiga penanda genetik yang tidak dimiliki oleh jenis lain. Hal ini mendukung hipotesis bahwa harimau sumatera terdeferensiasi karena terisolasi akibat naiknya permukaan laut 6.000-12.000 tahun yang lalu.

Perdagangan Ilegal Organ Tubuh Harimau

Perlindungan hukum Indonesia gagal melindungi harimau sumatera dari perdagangan ilegal. Taring, cakar, kulit, kumis, dan tulang harimau dijual di 10 persen dari 326 tempat penjualan di 28 kota di Sumatera yang disurvei Traffic pada 2006. Diperkirakan 23 ekor harimau telah dibunuh. Jumlah ini turun dari perkiraan 52 ekor yang dibunuh per tahun pada periode 1999-2002. Penurunan ini akibat telah berkurangnya harimau di alam liar.

27
Oct

Ancaman Itu Datang dari Matahari

Matahari. Sinar dan panasnya tentu begitu penting bagi kelangsungan kehidupan di muka bumi ini sepanjang masa. Namun, di balik benderangnya benda langit itu tersembunyi ”sisi gelap” yang mengganggu kondisi di bumi, yaitu bintik hitam (sunspot) yang diikuti badai dan flare.

Sebagai pusat peredaran planet-planet di tata surya, matahari merupakan sumber energi bagi makhluk di bumi. Energi itu dihasilkan dari reaksi termonuklir untuk mengubah hidrogen menjadi helium yang terjadi di dekat inti matahari. Suhu di bagian pusat matahari yang terdiri dari gas berkerapatan 100 kali kerapatan air di bumi itu, mencapai 15 juta derajat Celsius.

Di dalam perut matahari terjadi rotasi dan aliran massa atau konveksi yang memengaruhi gaya magnetnya. Pada aktivitas tinggi, gaya magnet ini bisa terpelintir atau berpusar hingga menembus permukaan matahari membentuk ”kaki-kaki”, yang tampak bagai bintik hitam.

Bintik hitam matahari memiliki diameter sekitar 32.000 kilometer, umumnya terdiri dari dua bagian, yaitu bagian dalam yang disebut umbra, berdiameter 13.000 km atau seukuran diameter rata-rata bumi dan bagian luar disebut penumbra yang garis tengahnya kurang lebih 19.000 km. Suhu penumbra lebih panas dan warnanya lebih cerah dibanding umbra.

Suhu gas yang terbentuk di lapisan fotosfer dan kromosfer di atas kelompok bintik hitam itu naik sekitar 800º Celsius di atas suhu normalnya. Akibatnya, gas ini memancarkan sinar lebih besar dibandingkan dengan gas di sekelilingnya.

Setelah beberapa hari, pelintiran magnetik ini terpecah menjadi beberapa pelintiran lebih tipis. Masing-masing bergerak melintasi permukaan ke berbagai arah hingga menghilang.

Seperti di bumi, di permukaan matahari pun terjadi badai. Badai matahari terjadi di daerah kromosfer dan korona—berada di atas kawasan munculnya bintik-bintik hitam. Beberapa badai matahari juga muncul ketika terjadi ledakan cahaya atau flare. Ketika flare muncul, terjadi pelepasan sejumlah besar energi. Umumnya, kian banyak bintik hitam terbentuk, maka flare pun makin banyak.

Dampak

Flare yang mengeluarkan partikel kecepatan tinggi dalam badai matahari menyebabkan timbulnya tekanan pada magnetosfer bumi hingga mengakibatkan badai magnetik di bumi. Fenomena ini mengganggu komunikasi radio dan membuat jarum kompas berputar liar di bumi.

Bintik hitam matahari dan flare, menurut Sri Kaloka, Kepala Pusat Pengamatan Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), telah menimbulkan dampak berarti di beberapa wilayah di bumi—terutama di lintang tinggi—karena meningkatnya elektron di lapisan ionosfer. Tahun 1980-an, misalnya, pembangkit listrik di Quebec, Kanada, padam akibat terpengaruh badai matahari.

Gangguan di lapisan ionosfer di ketinggian 60 km-6.000 km dari permukaan bumi ini juga menyebabkan kekacauan dalam penyampaian sinyal komunikasi frekuensi tinggi, yang menggunakan lapisan itu sebagai media pemantul sinyal. Sistem navigasi dengan satelit global positioning system menjadi tidak akurat.

Jumlah bintik hitam yang tampak dari pengamatan dari bumi bervariasi, dari 1-100 titik. Bintik ini butuh waktu 11 tahun untuk mencapai jumlah tertinggi, lalu menurun lagi. Periode ini disebut siklus bintik matahari.

Sri Kaloka mengingatkan, puncak jumlah bintik hitam dapat terjadi lagi tahun 2011. Karena itu, semua pihak yang berkaitan dengan potensi dampak hendaknya mengantisipasi.

Data pemantauan bintik matahari dan flare terpantau di Pusat Pengamatan Dirgantara Lapan di Tanjungsari, Sumedang, sejak stasiun itu beroperasi 1975. Data itu dapat dimanfaatkan semua pihak yang berkepentingan. Hasilnya dikirimkan ke Bank Data di Swiss, urai Sri.

Periode dingin

Dalam kondisi ekstrem, baik tinggi maupun rendah, bintik hitam atau flare memberi dampak buruk bagi kondisi di bumi. Saat ini kejadian bintik hitam, menurut Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Mezak Ratag, justru dalam titik terendah.

Bintik hitam adalah indikator aktivitas matahari. Bila sedikit jumlahnya, energi yang dipancarkan matahari berkurang, yaitu 0,1 persen pada cahaya tampak, tetapi bisa puluhan persen pada ultraviolet. Kejadian bintik matahari bisa berkurang akibat menurunnya aktivitas dinamo matahari, konveksi, dan atau tekanan radiasi dari reaksi nuklir di pusat matahari.

Dalam beberapa tahun terakhir terjadi anomali aktivitas matahari itu. ”Hanya beberapa hari saja dalam dua tahun terakhir ini terpantau aktivitas bintik matahari,” ujar Mezak. Kondisi permukaan matahari hampir tanpa sunspot dalam beberapa tahun terakhir itu dikhawatirkan mengarah pada minimum Maunder kedua setelah kejadian pendinginan global sekitar tahun 1600-an.

Rendahnya aktivitas matahari berarti berkurangnya suplai panas ke bumi secara rata-rata global dalam skala waktu tahunan— bukan harian atau bulanan. Akan tetapi, pemanasan lokal masih bisa terjadi. Seperti beberapa bulan terakhir, suhu laut di bagian timur agak hangat, urai Mezak.

Berkurangnya suplai energi dari matahari pada bumi menyebabkan berkurangnya pemanasan lautan, berarti pula penguapan air laut yang akan menjadi hujan pun rendah.

Menurunnya suplai energi matahari juga melemahkan monsun. Gerakan angin monsun terjadi karena perbedaan panas antarlautan dan benua berdasarkan posisi garis edar matahari.

Pengaruh matahari ini tidak berkorelasi dengan peningkatan suhu udara beberapa pekan terakhir. Tingginya suhu udara di bumi disebabkan tingginya uap air, tetapi sedikit yang terbentuk menjadi awan, sedangkan matahari sudah di lintang selatan. Cahaya matahari sampai ke permukaan bumi tanpa halangan awan. Namun, inframerah yang dipancarkan ke bumi tertahan uap air sehingga menaikkan suhu. Uap air banyak dari laut.

Itu dijelaskan Mezak selaku Executive Panel Riset Monsun Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada pertemuan WMO di Beijing, Selasa (21/10), berdasarkan laporan sejumlah ilmuwan dari AS, China, dan Australia. Mereka mengatakan, ada tren pelemahan monsun di berbagai tempat di bumi. ”Di Indonesia, kondisi itu mengakibatkan pelemahan monsun rata-rata dalam beberapa tahun terakhir, tetapi variasinya dari tahun ke tahun bisa besar,” tambahnya.

Senin (20/10), Pusat Data Aktivitas Matahari (SIDC) di Belgia menghentikan peringatan ”All Quiet Alert”, karena peneliti di sana mendeteksi adanya aktivitas di matahari. Namun, laporan ini belum final, mengingat banyak pakar astrofisika matahari meyakini perioda aktivitas rendah ini masih akan berlangsung lama hingga berdampak pendinginan global (global cooling).

Pada kondisi belakangan ini, China mengalami musim dingin paling dingin dalam 100 tahun terakhir, Amerika Utara mencatat rekor tinggi salju, Inggris mengalami April terdingin.

Kondisi ini bukan pertama kali ini terjadi. Dari catatan sejarah, tahun 1645-1715 matahari hampir tanpa bintik, aktivitasnya sangat lemah. Pada kurun waktu itu, suhu permukaan global sangat rendah sehingga dinamakan Zaman Es Kecil.

24
Sep

Kenapa Masih Menjadi Aktivis dan Kenapa Masih Bekerja di NGO….?

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya untuk sukses dalam bekerja di mana kategori sukses menurut orangtua adalah menjadi PNS atau pegawai kantoran. Bahkan, yang bapaknya tentara pasti ingin putranya jadi penerus untuk jadi tentara. Namun pernahkah ada orangtua yang menyarankan anak atau menantunya untuk bekerja menjadi aktivis, atau menjadi sang demonstran?
Kata aktivis dalam penyerapan Bahasa Indonesia adalah seorang yang aktif dalam berkegiatan atau orang yang dalam kehidupannya total memperjuangkan tujuan atau cita-citanya.

Sejarah Pergerakan Bangsa dan Aktivitas

Bila kita masih dapat mengingat pelajaran sejarah dari zaman masih duduk di bangku sekolah sampai kuliah, maka kita tak bisa pungkiri bahwa kemerdekaan bangsa ini karena adanya aktivis-aktivis yang lahir dari para pemuda Bangsa Indoneisa. Di jaman sebelum kemerdekaan atau tepatnya jaman era kebangkitan bangsa para pemuda di Indonesia menyatakan satu visi, satu ideologi dalam sebuah kesamaan, yaitu sama dalam berbahasa, dan sama dalam berkebangsaan, hingga lahirlah Sumpah Pemuda, yang diprakasai oleh para pemuda dari berbagai pelosok negeri ini. Mereka total berjuang, total berpikir, total dalam kehidupannnya memperjuangkan nasip bangsanya. Mereka semua adalah para aktivis sejati, aktivis kepemudaan bangsaan Indonesia di zamannya.

Aktivis-aktivis pemuda tersebut datang dari berbagai pelosok belahan bumi Nusantara, dengan berbekal semangat dan pemikiran dari hati, berjuang tanpa dibayar, tanpa mengharap pujian tanpa ada embel-embel pamrih, mereka hanya karena bekerja dengan hati.

Di era 60-an, lahir juga aktivis-aktivis dari dunia kemahasiswaan yang bicara dari hati. Mereka bicara tanpa ada rasa pamrih untuk sebuah perubahaan negara, yang pada saat itu banyak ketimpangan di negeri Indonesia. Walaupun pada akhirnya para aktivis tersebut dapat diketahui motif dalam perjuangannya, di mana terlihat siapa yang benar-benar sang demonstran yang benar-benar memperjuangkan nasib Negara tanpa mengharap balas jasa dan imbalan dari Negara ini, dan siapa yang menjadi penjilat.

Perjuangan tersebut dilanjutkan oleh para penerusnya yang masih memiliki idealisme pada era tahun 70an. Para pemuda, mahasiswa mulai gerah melihat ketidakadilan yang dilakukan oleh pemimpin di jaman Orde Baru. Aktivis-aktivis baru lahir dari dari kampus dan juga organisasi kepemudaan di Indonesia. Mereka membentuk kelompok diskusi, membuat kegiatan, membangun perkumpulan-perkumpulan. Hingga akhirnya bak jamur di musim hujan dengan gerakan baru yang mulai merumuskan apa yang ada dalam pikiran dan perdebatan mereka menjadi suatu konsep tanding dalam pembangunan versi pemerintah Orde Baru.

Gerakan para aktivis tersebut di bangun untuk sebuah perubahan masyarakat baik dalam berpikir, berpolitik, maupun perubahan dalam proses pembangunan yang dapat melibatkan masyarakat. Para aktivis, pemuda, mahasiswa ini merupakan cikal bakal sebuah Organisasi Non Government (Baca: LSM/NGO) atau ornop yang saat sangat berkembang pesat di Indonesia. Lahirnya organisasi-organisasi tersebut baik kepemudaan, senat mahasiswa atau para pecinta alam menambah dinamika pergerakan perubahan negara. Namun kearoganan penguasa yang saat itu diktaktor, membuat banyak aktivis-aktivis tersebut harus menjadi korban baik penculikan, masuk penjara, bahkan hilang tanpa kabar berita hingga saat ini.

Di tahun 1998 genderang reformasi ditabuh dan mulailah bak jamur di musim hujan di mana tumbuh berbagai macam yayasan, LSM yang memiliki fokus dan kegiatannya beragam, visi, misi, pendekatan, dan isu yang dikembangkannya terbilang sangat luas dan banyak. Saat ini kita dapat melihat aktivis dari fokus kegiatan yang dilakukan, dan muncullah sederet sebutan bagi aktivis, seperti aktivis perempuan, aktivis HAM, aktivis hukum, aktivis lingkungan, bahkan aktivis satwa yang memperjuangkan nasib satwa dari eksploitasi manusia.

Gaya Hidup Aktivis

Tak dipungkiri saat ini, bekerja menjadi aktivis atau bekerja di sebuah NGO menjadi sebuah pilihan hidup selain menjadi PNS, bahkan menjadi trend mode para pejabat, artis atau pengusaha. Di satu sisi ada nilai positif yang dapat kita ambil, yakni apa yang kita perjuangkan ternyata telah membumi dan masyarakatpun memahami gerakan dan perjuangan yang dibangun oleh lembaga atau NGO tersebut.

Di sisi lain, ada banyak para pejabat, artis, pengusaha yang ikut andil bahkan berjuang demi perubahan dengan sebuah gerakan dari visi organisasi atau perkumpulan tersebut. Walaupun ada sebagian dari mereka yang mau bekerja menjadi ikon sebuah gerakan dari sebuah organisasi. Keuntungannya, selain bayarannya besar, juga bisa menambah popularitas. Namun ada juga segelintir artis atau pejabat yang memang tulus dan dari hati, menolak untuk dibayar. Mereka bekerja membantu sebuah NGO atau sebuah perjuangan dari hati yang tulus tanpa dibayar, tanpa imbalan. Bahkan justru mereka dengan tulus mengerahkan segenap pemikiran fisik dan harta untuk sebuah perjuangan.

Dengan menjadi tren hidup seperti itu kadang kita sulit mengetahui yang mana aktivis sejati, yang mana benar-benar bekerja dari hati, fokus dan total dalam hidupnya untuk sebuah perubahan dari apa yang diperjuangkannya. Seorang aktivis sejati maka dalam kepribadiannya hidup sehari-hari akan diwujudkan, misalnya serorang aktivis perlindungan satwa liar, dia tidak akan memlihara satwa liar, dia tidak menggunakan bahan-bahan asesoris pakaian ataupun merchandise yang menggunakan bahan dari satwa liar, dia tidak pernah menyakiti satwa dan memahami kebebasan satwa liar, begitupun aktivis lingkungan dia akan selalu menggunakan bahan yang dapat di daur ulang, tidak boros dalam penggunaan bahan-bahan yang berasal dari sumberdaya alam, menjaga lingkungan dan kesehatan di sekitarnya, dll. Pada intinya kepribadiannya akan terihat dari apa yang diperjuangkanya.

Nah kalau aktivis yang ikut-ikutan atau korban tren mode bagaimana? Ya, ini sangat kelihatan, ada artis ikut-ikutan menjadi aktivis perlindungan satwa karena biar tambah tenar, tambah populer, eh pas buat film, ataupun video-clip malah menggunakan satwa sebagai objeknya. Selain itu ada juga seorang artis dan pejabat di mana dia melakukan kampanye perlindungan satwa liar di TV-TV, di koran, menggalang donasi dengan pameran-pameran dan lain-lainnya, eh gak taunya dia malah tukang koleksi satwa liar. Ada juga artis yang berkampanye tentang bahaya narkoba, pokoknya dia aktivis banget dari cara bicaranya yang berapi-api di mana terlihat bahwa dia memahami bahaya dunia narkoba, eh ujungnya ternyata terungkap kalau dia bandar narkoba.

Di dunia pecinta alam juga terjadi, terkadang temen-temen yang gaya pakaiannya, seperti dandanan pecinta alam namun ternyata saat naik gunung buang sampah sembarangan. Ada juga yang memang anggota pecinta alam, dari cara bicara, pemikiran gaya hidup bener pecinta alam, eh nggak taunya ternyata cuma stylel gaya hidup doang. Saat diajak aksi dalam memperjuangkan lingkungan yang caranya agak sedikit kontroversial malah mikir-mikir. Malahan, menghilang duluan dengan berbagai macam alasan.

Aktivis dan Gerakan NGO

Zaman demokrasi pasca reformasi ternyata membawa iklim baik bagi pergerakan aktivis di Indonesia. Saat ini para aktivis bekerja dengan dinaungi oleh sebuah lembaga yang mempunyai payung hukum, ada yang berbentuk yayasan, perkumpulan, dan lainnya. Begitu pula soal gerak tujuannya. Namun sayangnya, tak jarang pergerakan tersebut lari dari sebuah rel yang seharusnya diemban NGO. Tak heran ketika menjadi mitra pemerintah dan pengontrol pemerintah, seringkali sejumlah NGO melakukan protes dan memberikan berbagi macam solusi untuk pemerintah. NGO sudah bekerja sebagaimana mestinya dan ada kelegowoan dari pemerintah yang mau menerima kritik, maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang dewasa yang pada akhirnya menjadi basang yang berkarakter, maju di segala bidang.

Tapi, sayangnya pemerintah kadang ngeyel atau mencari celah dengan pembenaran-pembenaran atau tidak mau menerima kritik sehingga terbentuklah sebuah lembaga (NGO) yang dibuat untuk memuluskan atau mendukung pemerintah yang salah sehingga tak asing lagi bila kita melihat adanya perbedaan yang kental dari sebuah NGO. Beberapa teman sering menyebut ada NGO plat hitam, NGO plat kuning, dan NGO plat merah. Seperti nomor polisi pada kendaraan bermotor. Kalau hitam artinya NGO itu dikuasai perorangan visi-misinya untuk kepentingan perorangan. Biasanya NGO seperti ini didirikan untuk kepentingan seseorang yang arah tujuannya bukan untuk masyarakat, namun untuk kepentingan pribadi. Bahkan, NGO plat hitam ini sekedar berdiri dan punya nama saja, program tergantung funding. Kalau ada funding tentang hutan maka membuat program tentang hutan, kalau ada funding tentang pemberdayaan masyarakat maka program pemberdayaan dibuat. Kalau ada funding ngurusin gender maka kegiatannya pun bicara gender. Kalau ada bencana maka ngurusin bencana, dari evakuasi sampai menyalurkan bantuan, yah tergantung duit. Bila dilihat NGO seperti ini bekerja hanya berdasarkan kepentingan, baik kepentingan pribadi, pesanan seseorang, pesanan funding. Hebatnya, NGO seperti ini serba bisa di segala bidang pokoknya, tapi NGO Plat hitam ini tidak pernah fokus dalam bergerak.

Kalau plat merah? Yah, namanya plat merah berati punya pemerintah, artinya NGO ini dibuat berdasakan pesanan pemerintah, biasanya NGO ini kaya, karena punya kucuran dana yang segar, baik dari APBN atau APBD, seharusnya kalau punya pemerintah ya memperjuangkan kepentingan rakyat, namun tak jarang malah diselewengkan untuk memperjuangkan kepentingan pemimpin, atau pesanan pejabat.

Sedangkan plat kuning? Namanya aja plat kuning, berarti punya rakyat, lahir dari penderitaan untuk kepentingan rakyat. Walaupun didirikan oleh segelintir orang atau kelompok, namun NGO plat kuning ini fokus dalam bekerja. Mereka sudah memilih jalan gerakannya ada duit gak ada duit mereka tetap bekerja di relnya. Misanya, dapat funding gak dapet funding tetap bekerja ngurusin hutan. Terserah isu yang berkembang yang lagi ngetrend di bidang lain mereka tetap ngurusin hutan walaupun gak ada funding yang mau membiayai. NGO plat kuning ini telah fokus dalam memperjuangkan visi dan misinya. Biasanya lahir dari rasa ketidak puasan terhadap kinerja pemerintah, mereka bekerja dari hati untuk sebuah perubahan, namanya kerja dari hati kenikmatan yang dicari adalah kepuasan batin, bila tujuannya telah dicapai.

Saat ini rakyat Indonesia sudah cerdas dalam menilai sebuah gerakan massa, apakah gerakan itu ditunggani ada unsur politik praktis, atau murni, namun inilah sebuah kesalahan NGO di indonesia, sehingga terkadang muncul sebuah image buruk. Contohnya, Anda kerja di LSM dengan gaji yang gede karena mendapat dana dari luar negeri, biasanya uangnya tidak pernah kena audit. Lain kalau pemerintah, ada BPK. Mau korupsi paling gampang kok kerja di NGO, wah mumpung dapet funding yah bisalah di kutit dikit uang rakyat ini. Inilah yang membuat image buruk pergerakan NGO di Indonesia, karena gerakannya tidak murni, bahkan di beberapa daerah sebuah NGO di tolak masuk, karena tidak disukai cara gerakan atau programmnya tidak menyentuh masyarakat, bahkan ada juga sebuah NGO ditolak masuk ke daerah dengan NGO lokal, karena programnya bagi-bagi uang yang tidak mencerdaskan rakyat, bahkan ada sebuah NGO yang menjual hasil karya NGO lain untuk sebuah funding wah pokoknya banyak deh.

Saya Bangga Menjadi Aktivis Satwa Liar

Lahirnya gerakan lingungan di Indonesia banyak disebabkan karena ketidakpuasan atas kinerja pemerintah dalam melakukan pembangunan yang lebih memihak pada kepentingan bisnis dibanding kepentingan ekologis. Selain itu juga banyak yang dipengaruhi karena ketidakpuasan terhadap produk hukum yang dikeluarkan oleh Negara yang berujung pada ketidakseriusan dalam menindak kejahatan di bidang lingkungan. Tak ayal akhirnya para pelaku gerakan lingkungan ini lebih banyak mengeluarkan konsep-konsep tandingan untuk pemerintah yang lebih banyaknya tidak seriusnya dalam bekerja menangani kejahatan di bidang lingkungan. Satu contoh adalah kinerja pemerintah dalam menangani illegal logging, yang mana sampai saat ini pemerintah masih mandul dalam upaya penegakan hukum, dan berunjung dengan kerja para aktivis yang melakukan yang seharusnya dilakukan pemerintah dan kepolisian, seperti melakukan intelegen dengan maksud membongkar jaringan illegal logging, yang nyatanya para pelaku tersbut malah lebih banyak para cukong yang juga melibatkan para petinggi negara seperti, anggota DPR, dan juga petinggi di kepolisian baik tingkat daerah ataupun di markas besarnya.

Tidak saja kasus illegal logging, kasus perdagaangan satwa juga pernah terkuat oleh para aktivis satwa, yang ternyata perdagangan satwa dilindungi justru didalangi para pejabat di Dephut. Salah satu kasusnya adalah laporan intelijen tentang saudagar dari Salemba, yang mana hasil intelegen para aktivis satwa tersebut direkam menjadi sebuah dokumen pembuktian, keterlibatan para pejabat di Balai KSDA DKI Jakarta, tak hanya satu kali departemen yang memiliki tupoksi dalam menjaga fungsi ekologis dan keanekaragaman hayati Indonesia terlibat dalam urusan bisnis satwa yang menggiurkan.

Salah seorang temen yang bekerja sebagai aktivis di NGO Satwa liar mengatakan, ”Bapak saya selama 30 tahun jadi PNS mengabdi untuk negara tak pernah terbersit untuk melakukan tindak korupsi dan penyelewengan wewenang. Ini baru jadi PNS berapa tahun aja, udah bertikah, sudah buat surat aspal, untuk menyelundupakan satwa, Apa kata dunia? Karena itulah saya masih bekerja dengan hati untuk menjadi aktivis satwa”.

31
Jul

Al-Quran dan As-Sunnah Tentang Lingkungan Hidup

Pendidikan yang baru dan termasuk
paling penting pada masa sekarang ialah pendidikan lingkungan. Pendidikan
tersebut berkaitan dengan pengetahuan lingkungan di sekitar manusia dan menjaga
berbagai unsurnya yang dapat mendatangkan ancaman kehancuran, pencemaran, atau
perusakan.

Pendidikan lingkungan telah diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada para
sahabatnya. Abu Darda’ ra. pernah menjelaskan bahwa di tempat belajar yang
diasuh oleh Rasulullah SAW telah diajarkan tentang pentingnya bercocok tanam
dan menanam pepohonan serta pentingnya usaha mengubah tanah yang tandus menjadi
kebun yang subur. Perbuatan tersebut akan mendatangkan pahala yang besar di
sisi Allah SWT dan bekerja untuk memakmurkan bumi adalah termasuk ibadah kepada
Allah SWT.

Pendidikan lingkungan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW berdasarkan wahyu,
sehingga banyak kita jumpai ayat-ayat ilmiah Al-Qur’an dan As Sunnah yang
membahas tentang lingkungan. Pesan-pesan Al-Qur’an mengenai lingkungan sangat
jelas dan prospektif. Ada beberapa tentang lingkungan dalam Al-Qur’an, antara
lain : lingkungan sebagai suatu sistem, tanggung jawab manusia untuk memelihara
lingkungan hidup, larangan merusak lingkungan, sumber daya vital dan
problematikanya, peringatan mengenai kerusakan lingkungan hidup yang terjadi
karena ulah tangan manusia dan pengelolaan yang mengabaikan petunjuk Allah
serta solusi pengelolaan lingkungan

Adapun As-Sunnah lebih banyak menjelaskan lingkungan hidup secara rinci dan
detail. Karena Al-Qur’an hanya meletakkan dasar dan prinsipnya secara global,
sedangkan As-Sunnah berfungsi menerangkan dan menjelaskannya dalam bentuk
hukum-hukum, pengarahan pada hal-hal tertentu dan berbagai penjelasan yang
lebih rinci.

1. Lingkungan Sebagai Suatu Sistem
Suatu sistem terdiri atas komponen-komponen yang bekerja secara teratur sebagai
suatu kesatuan. Atau seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan
sehingga membentuk suatu totalitas. Lingkungan terdiri atas unsur biotik (manusia, hewan, dan tumbuhan) dan abiotik
(udara, air, tanah, iklim dan lainnya). Allah SWT berfirman :

"Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung
dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah
menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakannya
pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki
kepadanya." (QS. 15 : 19-20)

Hal ini senada dengan pengertian lingkungan hidup, yaitu sistem yang merupakan
kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk
manusia dan perilakunya yang menentukan perikehidupan serta kesejahteraan
manusia dan makhluk hidup lainnya. 
Atau bisa juga dikatakan sebagai suatu sistem kehidupan dimana terdapat campur
tangan manusia terhadap tatanan ekosistem.

2.Pembangunan Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan manusia guna
memenuhi kebutuhan hidupnya. Allah SWT berfirman :

"Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala
penjurunya, dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu
(kembali setelah) dibangkitkan." (QS. 67 : 15)

Akan tetapi, lingkungan hidup sebagai sumber daya mempunyai regenerasi dan
asimilasi yang terbatas. Selama eksploitasi atau penggunaannya di bawah batas
daya regenerasi atau asimilasi, maka sumber daya terbaharui dapat digunakan
secara lestari. Akan tetapi apabila batas itu dilampaui, sumber daya akan
mengalami kerusakan dan fungsinya sebagai faktor produksi dan konsumsi atau sarana
pelayanan akan mengalami gangguan.

Oleh karena itu, pembangunan lingkungan hidup pada hakekatnya untuk pengubahan
lingkungan hidup, yakni mengurangi resiko lingkungan dan atau memperbesar
manfaat lingkungan. Sehingga manusia mempunyai tanggung jawab untuk memelihara
dan memakmurkan alam sekitarnya. Allah SWT berfirman :

"Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata :
"Hai kaumku, sembalah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain
Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu
pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya.
Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) dan lagi memperkenankan (do’a
hamba-Nya)." (QS. 11 : 61)

Upaya memelihara dan memakmurkan tersebut bertujuan untuk melestarikan daya
dukung lingkungan yang dapat menopang secara berkelanjutan pertumbuhan dan
perkembangan yang kita usahakan dalam pembangunan. Walaupun lingkungan berubah,
kita usahakan agar tetap pada kondisi yang mampu untuk menopang secara
terus-menerus pertumbuhan dan perkembangan, sehingga kelangsungan hidup kita
dan anak cucu kita dapat terjamin pada tingkat mutu hidup yang makin baik.
Konsep pembangunan ini lebih terkenal dengan pembangunan lingkungan
berkelanjutan.

Tujuan tersebut dapat dicapai apabila manusia tidak membuat kerusakan di bumi,
sebagaimana firman Allah SWT :
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah)
memperbaikinya dan berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan.
Sesungguhnya Allah amat dekat kepada orang yang berbuat baik." (QS. 7 :
56)

Berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan, Rasulullah SAW mengajarkan kepada
kita tentang beberapa hal, diantaranya agar melakukan penghijauan, melestarikan
kekayaan hewani dan hayati, dan lain sebagainya.
"Barangsiapa yang memotong pohon Sidrah maka Allah akan meluruskan
kepalanya tepat ke dalam neraka." (HR. Abu Daud dalam Sunannya)
"Barangsiapa di anatara orang Islam yang menanam tanaman maka hasil
tanamannya yang dimakan akan menjadi sedekahnya, dan hasil tanaman yang dicuri
akan menjadi sedekah. Dan barangsiapa yang merusak tanamannya, maka akan
menjadi sedekahnya sampai hari Kiamat." (HR. Muslim)

"Setiap orang yang membunuh burung pipit atau binatang yang
lebih besar dari burung pipit tanpa ada kepentingan yang jelas, dia akan
dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah." Ditanyakan kepada Nabi :
"Wahai Rasulullah, apa kepentingan itu ?" Rasulullah menjawab :
"Apabila burung itu disembelih untuk dimakan, dan tidak memotong kepalanya
kemudian dilempar begitu saja."[7]

3. Sumber Daya Vital dan Problematikanya
Manusia telah sedikit banyak berhasil mengatur kehidupannya sendiri (birth
control
maupun death control) dan sekarang dituntut untuk
mengupayakan berlangsungnya proses pengaturan yang normal dari alam dan
lingkungan agar selalu dalam keseimbangan. Khususnya yang menyangkut lahan
(tanah), air dan udara, karena ketiga unsur tersebut merupakan sumber daya yang
sangat penting bagi manusia.

Sumber Daya Lahan atau Tanah
Manusia berasal dari tanah dan hidup dari dan di atas tanah. Hubungan antara
manusia dan tanah sangat erat. Kelangsungan hidup manusia diantaranya
tergantung dari tanah dan sebaliknya, tanahpun memerlukan perlindungan manusia
untuk eksistensinya sebagai tanah yang memiliki fungsi.
Allah SWT berfirman :

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami
tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuhan-tumbuhan yang baik? Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan
kebanyakan mereka tidak Beriman." (QS. 26 : 7-8)

Dengan lahan itu manusia bisa membuat tempat tinggal, bercocok tanam, dan
melakukan aktivitas lainnya.

Namun, pemandangan ironis di Indonesia terlihat cukup mencolok diantaranya
penebangan hutan untuk ekspor (tanpa diikuti upaya peremajaan yang memadai) dan
perluasan kota yang melebar, mencaplok tanah-tanah subur pedesaan. Polis berkembang
menjadi metropolis untuk kemudian membengkak menjadi megapolis (beberapa
kota besar luluh jadi satu) dan Ecumenopolis (negara kota). Akhirnya
salah satu nanti akan menjadi Necropolis (kota mayat).

Penebangan hutan tanpa diikuti peremajaan kembali menyebabkan rusaknya tanah
perbukitan sehingga terjadi bencana tanah longsor. Apalagi adanya kebakaran
hutan di Indonesia semakin menyebabkan rusaknya ekologi hutan. Padahal
keberadaan hutan sangat berguna bagi keseimbangan hidrologik dan klimatologik,
termasuk sebagai tempat berlindungannya binatang.

Adanya pembangunan tata ruang yang kurang baik, seperti pembangunan kota dan
perumahan, menyebabkan semakin sempitnya lahan pertanian yang subur. Selain
itu, juga terjadi kerusakan tingkat kesuburan tanah yang disebabkan pemakaian
teknologi kimiawi yang over dosis. Dan bahkan pemakaian pupuk kimiawi
tersebut merusak ekosistem pertanian, diantaranya semakin resistensi dan
resurjensinya hama dan penyakit tanaman. Sehingga hasil produksi pertanian pun
menurun yang akhirnya berdampak pada kehidupan sosial-ekonomi penduduk.

Melihat kenyataan tersebut, mestinya perkara konservasi tanah dan lahan sudah
merupakan suatu keharusan, condition sine qua non, demi berlangsungnya
kehidupan manusia. Usaha yang dapat dilakukan antara lain reboisasi, perencanaan
tata ruang yang baik (lahan subur untuk pertanian dan lahan tandus untuk
industri atau bangunan), dan penerapan sistem pertanian yang ramah lingkungan
(pertanian organik atau lestari).

Sumber Daya Air
Selain lahan atau tanah, yang tak kalah pentingnya adalah air. "Everything
originated in the water. Everything is sustained by water".
Manusia
membutuhkan air untuk hidupnya, karena dua pertiga tubuh manusia terdiri dari
air. Allah SWT berfirman : "Dan Kami beri minum kamu dengan air tawar
?" (QS. 77 : 27). Dan bahkan tanpa air seluruh gerak kehidupan akan
terhenti.

Yang ironis adalah bahwa kekeringan datang silih berganti dengan banjir. Pada
suatu saat kita kekurangan air, tapi pada saat yang lain justru kelebihan air.
Mestinya manusia bisa mengatur sedemikian hingga sepanjang waktu bisa cukupan
air (tidak kurang dan tidak lebih). Hal itu sebenarnya telah ditunjukkan oleh
alam dalam bentuk siklus hidrologis dari air yang berlangsung terus menerus,
volume air yang dikandungnya tetap, hanya bentuknya yang berubah. Allah SWT
berfirman : "Demi langit yang mengandung hujan (raj’i)" (QS. 86 :
11). Kata Raj’i berarti "kembali". Hujan dinamakan raj’i
dalam ayat ini, karena hujan itu berasal dari uap air yang naik dari bumi
(baik dari air laut, danau, sungai dan lainnya) ke udara, kemudian turun ke
bumi sebagai hujan, kemudian kembali ke atas, dan dari atas kembali ke bumi dan
begitulah seterusnya. Atau terkenal dengan siklus hidrologik.

Kisah perjalanan air yang urut dan runtut itu telah memberikan kontribusi yang
sangat vital pada daur kehidupan dan pembaharuan sumber daya alam. Namun
manusia melakukan sesuatu yang menyebabkan terhambatnya siklus hidrologi
tersebut. Manusia membuat saluran drainase dengan lapisan semen yang kedap air
dan mengecor jalan dengan semen, sehingga air mengalir cepat ke laut dan
mengingkari fungsinya sebagai pemberi kehidupan (life giving role). Dan
menipislah persediaan air tanah.
Sungai-sungai yang dulu sebagai organisme yang mampu memamah biak benda-benda
yang dibuang kedalamnya dan memberikan pasokan air bersih yang memadai untuk
kehidupan. Sekarang sungai-sungai tersebut lebih berwujud berupa tempat
pembuangan sampah yang terbuka, dijejali dengan limbah industri dan buangan
rumah tangga yang tidak mungkin lagi atau tidak mudah dicerna guna menghasilkan
air yang sedikit bersih sekalipun.

Kerusakan lingkungan pada ekosistem pantai yakni rusaknya hutan bakau (mangrove)
di tepi pantai, seperti di Cilacap, dan rusaknya terumbu karang. Padahal hutan
bakau dan terumbu karang sangat berfungsi bagi keseimbangan dan keberlangsungan
ekosistem pesisir dan lautan, rantai makanan, melindungi abrasi laut dan
keberlanjutan sumber daya lautan.

Sumber Daya Udara
Selain kedua sumber daya tersebut di atas, ciptaan Allah SWT yang tidak kalah
penting tetapi sering terlupakan atau disepelekan adalah udara. Padahal tanpa
udara takkan pernah ada kehidupan. Tanpa udara bersih takkan diperoleh
kehidupan sehat. Setiap hari rata-rata manusia menarik napas 26.000 kali
berkisar antara 18 sampai 22 kali setiap menitnya.
Pentingnya udara sering diabaikan terutama karena sampai kini kita masih bisa
memperolehnya tanpa harus mengeluarkan biaya. Padahal di Tokyo saat ini mulai
dijual udara bersih (oksigen) dalam tabung. Suatu kejutan pertama yang
menyadarkan manusia akan bahaya udara kotor terjadi di Inggris pada tahun 1952
yang dikenal dengan "The Great London Smog" yang menyebabkan
sekitar 4000 jiwa melayang dan sejumlah besar penduduk menderita penyakit
bronkitis, jantung dan berbagai penyakit pernapasan lainnya. Bahkan bangunan,
lukisan, patung atau monumenpun hancur, karena asap dan gas mobil.

Polusi udara juga terjadi di Yogyakarta akibat konsumsi bahan bakar yang terus
meningkat. Konsumsi tertinggi dari kendaraan bermotor (konsumsi bahan bakar
solar dan bensin mencapai 170.000 liter pada tahun 1990-1991) dan kedua bahan
bakar rumah tangga (rata-rata 84.000 liter). Hal itu menyebabkan CO2
dan timbal (Pb) melewati ambang batas yang diperkenankan. Ambang batas timbal
(Pb) yang diperkenankan hanya 0,03 ug/l, kini rata-rata diatas 0,09 ug/l di
beberapa tempat, seperti Kantor Pos Besar, Bunderan, Jl. Jend. Sudirman, dan
Gedungkuning.
Begitu juga di Jakarta, dari kendaraan umum, 765.000 atau 60 % mengeluarkan gas
buang diatas ambang batas baku mutu. Artinya setiap menit selalu keluar
kandungan racun dari knalpot mobil itu, sulfur oksida, nitrogen oksida, dan
timbal (Pb). Konsentrasi timbal di udara mencapai 1,7-3,5 mirogram per
meterkubik dan pada 2005 mencapai 1,8-3,6 mikrogram per meterkubik. Padahal
jumlah kendaraan roda empat di Jakarta mencapai 9,1 juta (1.274.000 berstatus
kendaraan umum).

Upaya yang bisa di tempuh antara lain : memperluas kawasan hijau (hutan kota),
pemakaian bahan bakar akrab lingkungan (BBL), knalpot dipasang filter, dan
mengurangi pemakaian kendaraan pribadi.

4.      Kerusakan Lingkungan
Manusia telah diperingatkan Allah SWT dan Rasul-Nya agar jangan melakukan
kerusakan di bumi, akan tetapi manusia mengingkarinya. Allah SWT berfirman :
"Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah membuat kerusakan di
muka bumi", mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang
mengadakan perbaikan." (QS. 2 : 11). Keingkaran mereka disebabkan karena
keserakahan mereka dan mereka mengingkari petunjuk Allah SWT dalam mengelola
bumi ini. Sehingga terjadilah bencana alam dan kerusakan di bumi karena ulah
tangan manusia. Allah SWT berfirman :

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan
tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat)
perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)". Katakanlah :
"Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan
orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan
(Allah)." (QS. 30 : 41-42).

Di samping adanya problematika ketiga sumber daya vital di atas, Otto
Soemarwoto membagi kerusakan lingkungan yang mengancam kehidupan bumi menjadi
dua, yaitu kerusakan yang bersifat regional (seperti hujan asam) dan yang
bersifat global (seperti pemanasan global, kepunahan jenis, dan kerusakan
lapisan ozon di stratosfer).

Hujan asam disebabkan oleh pencemaran udara yang berasal dari pembakaran bahan
bakar fosil, yaitu gas bumi, minyak bumi dan batu bara. Pembakaran itu
menghasilkan gas oksida belerang dan oksida nitrogen. Kedua jenis
itu dalam udara mengalami reaksi kimia dan berubah menjadi asam (berturut-turut
menjadi asam sulfat dan asam nitrat). Asam yang langsung mengenai
bumi disebut deposisi kering dan asam yang terbawa hujan yang turun ke
bumi disebut desposisi basah. Keduanya disebut hujan asam. Hujan asam
menyebabkan kematian organisme air sungai dan danau serta kerusakan hutan dan
bangunan.

Pemanasan global (global warning) adalah peristiwa naiknya intensitas
efek rumah kaca (ERK) yang terjadi karena adanya gas dalam atmosfer yang
menyerap sinar panas (sinar inframerah) yang dipancarkan bumi. Gas itu disebut
gas rumah kaca (GRK). Dengan penyerapan itu sinar panas terperangkap sehingga
naiklah suhu permukaan bumi.

Seandainya tidak ada GRK dan karena itu tidak ada ERK, suhu permukaan bumi
rata-rata hanya -18oC saja, terlalu dingin bagi kehidupan makhluk.
Dengan adanya ERK suhu bumi adalah rata-rata 15oC, sehingga ERK
sangat berguna bagi kehidupan di bumi. Akan tetapi, akhir-akhir ini semakin
naiknya kadar GRK dalam atmosfer, yaitu CO2 dan beberapa gas lain
(seperti CO2, CH4, dan N2O) menyebabkan
naiknya intensitas ERK, sehingga suhu permukaan bumi akan naik pula. Inilah
yang disebut global warning.
Berbagai dampak negatif pemanasan global, yaitu menyebabkan perubahan iklim
sedunia (perubahan curah hujan), naiknya frekuensi maupun intensitas badai
(seperti di Banglades dan Filipina semakin menderita), dan bertambahnya volume
air laut dan melelehnya es abadi di pegunungan dan kutub. Hal itu juga
menyebabkan keringnya tanah dan kekeringan yang berdampak negatif terhadap
pertanian dan perikanan.
Bertambahnya volume air laut, maka permukaan laut akan naik. Dengan laju
kenaikan kadar GRK seperti sekarang diperkirakan pada sekitar 2030 suhu akan
naik 1,5-4,5oC. Kenaikan suhu ini menyebabkan naiknya permukaan laut
25-140 cm. Dampak naiknya permukaan laut yakni tergenangnya daerah pantai,
tambak, sawah dan kota yang rendah seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang
serta beberapa pulau di Indonesia. Kenaikan permukaan laut juga menyebabkan
laju erosi pantai. Untuk kenaikan permukaan laut 1 cm, garis pantai akan mundur
1m, sehingga kenaikan permukaan laut 25-140 cm, garis pantai mundur 25-140 m.

Kepunahan jenis berarti hilangnya sumber daya gen yang mengurangi kemampuan
kita dalam pembangunan pertanian, perikanan, peternakan, dan kehutanan.
Penyebabnya antara lain karena adanya hujan asam dan penyusutan luas hutan,
serta penggunaan sistem monokultur atau varietas unggul sehingga varietas lokal
hilang, seperti varietas padi lokal yang hampir sirna.

Ozon ialah senyawa kimia yang terdiri atas tiga atom oksigen. Di lapisan
atmosfer yang rendah ia mengganggu kesehatan dan di lapisan atas atmosfer ia
melindungi makhluk hidup dari sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari.
Apabila kadar ozon di stratosfer berkurang, kadar sinar ultraviolet yang sampai
ke bumi bertambah. Maka resiko untuk mengidap penyakit kanker kulit, katarak
dan menurunnya kekebalan tubuh akan meningkat. Penurunan kadar ozon disebabkan
karena rusaknya ozon oleh segolongan zat kimia yang disebut clorofuorokarbon
yang banyak digunakan dalam industri dan kehidupan kita, seperti gas
freon
(pendingin AC dan almari es), gas pendorong dalam aerosal (parfum,
hairspray, dan zat racun hama) dan lainnya.

Bila kita tetap saja berkeras kepala menjejalkan gas rumah kaca ke atmosfer,
sebelum akhir abad mendatang pasti akan terjadi perubahan iklim yang tak
terduga, banyak angin ribut dan angin topan, air laut meredam pulau-pulau
berdataran rendah, disamping munculnya padang pasir baru karena bumi yang makin
panas.

Upaya nyata yang perlu dilakukan untuk menghindari bencana itu antara lain
dengan menggunakan energi secara efisien, mengembangkan sumber energi baru dan
aman, mencegah terjadinya kebakaran dan penggundulan hutan atau penebangan
pohon secara besar-besaran, menanam pepohonan baru, menggalakan penggunaan
transportasi umum. Atau kampanye besar-besaran untuk mengurangi penggunaan
traktor, diesel, lemari es, kaleng semprot, AC dan lain-lain. Langkah ini mudah
diucapkan tapi sulit dilaksanakan. Namun hal itu tetap harus dilakukan, seperti
yang dicetuskan oleh Gurmit Singh : "Global warning on global warming
demands global action".
Peringatan global terhadap pemanasan global menuntut
adanya tindakan global.
 
5. Solusi Pengelolaan Lingkungan
Proses kerusakan lingkungan berjalan secara progresif dan membuat lingkungan
tidak nyaman bagi manusia, bahkan jika terus berjalan akan dapat membuatnya
tidak sesuai lagi untuk kehidupan kita. Itu semua karena ulah tangan manusia
sendiri, sehingga bencananya juga akan menimpa manusia itu sendiri QS. 30 :
41-42.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pendekatan yang dapat kita lakukan
diantaranya dengan pengembangan Sumber Daya Manusia yang handal,
pembangunan lingkungan berkelanjutan, dan kembali kepada petunjuk Allah SWT dan
Rasul-Nya dalam pengelolaan lingkungan hidup. Adapun syarat SDM handal antara
lain SDM sadar akan lingkungan dan berpandangan holistis, sadar hukum, dan
mempunyai komitmen terhadap lingkungan.

Kita diajarkan untuk hidup serasi dengan alam sekitar kita, dengan sesama
manusia dan dengan Allah SWT. Allah berfirman : "Dan tiadalah Kami
mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmatan lil’alamiin" (QS. 21 :
107). Pandangan hidup ini mencerminkan pandangan yang holistis terhadap
kehidupan kita, yaitu bahwa manusia adalah bagian dari lingkungan tempat
hidupnya. Dalam pandangan ini sistem sosial manusia bersama dengan sistem biogeofisik
membentuk satu kesatuan yang disebut ekosistem sosiobiogeofisik,
sehingga manusia merupakan bagian dari ekosistem tempat hidupnya dan bukannya
hidup diluarnya. Oleh karenanya, keselamatan dan kesejahteraan manusia
tergantung dari keutuhan ekosistem tempat hidupnya. Jika terjadi kerusakan pada
ekosistemnya, manusia akan menderita. Karena itu walaupun biogeofisik merupakan
sumberdaya bagi manusia, namun pemanfaatannya untuk kebutuhan hidupnya
dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada ekosistem. Dengan
begitu manusia akan sadar terhadap hukum yang mengatur lingkungan hidup dari
Allah SWT dan komitmen terhadap masalah-masalah lingkungan hidup.

Pandangan holistik juga berarti bahwa semua permasalahan kerusakan dan
pengelolaan lingkungan hidup harus menjadi tanggung jawab oleh semua pihak
(pemerintah, LSM, masyarakat, maupun orang perorang) dan semua wilayah (baik
lokal, regional, nasional, maupun internasional). Atau dalam konsep Partai
Keadilan, lingkungan hidup harus dikelola secara integral, global dan universal
menuju prosperity dan sustainability.

Kesimpulan, bahwa ini adalah alasan yang mungkin mengapa Allah
menyebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an tentang petingnya lingkungan hidup
dan cara-cara Islami dalam mengelola dunia ini. Kualitas lingkungan hidup
sebagai indikator pembangunan dan ajaran Islam sebagai teknologi untuk
mengelola dunia jelas merupakan pesan strategis dari Allah SWT untuk diwujudkan
dengan sungguh-sungguh oleh setiap muslim.

29
Jun

Lagi….. Gajah Mati Mengenaskan

124338p
PEKANBARU, SABTU
- Konflik antara gajah dan manusia di
Provinsi Riau kembali membawa korban. Kali ini, hewan mamalia menjadi
korban. Pada hari Jumat lalu, seekor gajah jantan ditemukan tewas
dengan kepala rusak dan gadingnya dicopot di Desa Pungut, Kecamatan
Pinggir, Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Selain gading, belalai
gajah malang itu nyaris putus. Di sekujur tubuh hewan bertubuh tambun
itu penuh bekas luka tusukan senjata tajam. Sementara kaki depan dalam
keadaan terikat dengan kawat baja berukuran 14 milimeter.

Kepala
Polres Bengkalis Ajun Komisaris Besar Anang Rivandoko yang dihubungi
hari Sabtu (14/6) mengatakan, berita penemuan bangkai gajah itu
diterima dari masyarakat lewat SMS kepada aparat Polsek Pinggir. Hanya
saja, informasi itu tidak lengkap karena tidak menyebutkan lokasi.

Setelah
melakukan penyusuran ke beberapa desa, polisi akhirnya menemukan
bangkai dimaksud di sebuah kebun karet milik Suhirman yang berjarak
sekitar 500 meter dari jalan desa atau berjarak sekitar enam kilometer
dari jalan lintas timur Sumatera wilayah Duri.

"Kami masih
berkoordinasi dengan BKSDA Riau menyangkut kematian hewan dilindungi
ini. Kami masih melakukan penyelidikan ke desa tempat gajah itu
ditemukan. Beberapa saksi mata telah kami periksa untuk mencari
petunjuk," kata Anang.

Zulfan (32), tokoh masyarakat Desa
Pungut, yang dihubungi secara terpisah, mengatakan, kematian gajah itu
patut disayangkan. Di lain pihak, peristiwa tersebut membawa
keberuntungan buat warga desa. Dengan kematian gajah itu, pemerintah
setempat dan aparat BKSDA pasti akan memerhatikan desanya.

"Kematian
gajah ini menjadi ironi buat kami. Ketika rumah dan kebun kami rusak
karena gajah, laporan kami seakan tidak mendapat perhatian dari
pemerintah daerah. Tidak ada yang peduli bila gajah yang merusak.
Namun, saat gajah mati di desa kami, sekarang seluruh aparat keamanan
dan pemerintah datang ke desa kami. Sebenarnya gajah atau manusia yang
lebih diperhatikan," kata Zulfan.

Zulfan menambahkan, dalam
sebulan terakhir, sekawanan gajah yang berjumlah sekitar 40 ekor
senantiasa menyatroni desanya. Setiap malam, kawanan gajah yang terbagi
dalam beberapa kelompok memakan anakan kelapa sawit warga. Dalam
sebulan ini, sedikitnya 2.000 pohon sawit warga dirusak gajah. Akhir
Mei lalu, kawanan gajah merusak tiga rumah dan dua pondok warga. "Dua
minggu terakhir warga yang memiliki kebun tidak dapat tidur karena
harus bergadang menjaga kebun. Warga desa juga membakar ban bekas untuk
mengusir gajah agar tidak masuk ke rumahnya. Sekarang ini sejak ada
gajah mati itu, gajah yang lain sudah tidak terlihat lagi di desa
kami," kata Zulfan

Gajah masuk kebun??? Lha gimana nggak… hutannya diganti ma kebun sawit… Wajar aja, si gajah kan cuma sekedar menuntut hak atas rumah dan sumber makanannya yang digusur sama manusia. Masih mending gajahnya gak mengajukan gugatan ke komnas HAB (hak asasi binatang). Harusnya manusia memberi ganti rugi buat si Gajah, ini eh malah dibunuh…Prinsipnya " jangan mengganggu kalau tidak mau diganggu". Saya rasa binatang lebih punya NURANI dibandingkan manusia saat ini. Kalau "rumah gajah beserta seluruh makanannya" tidak dirusak duluan, mungkin gajah-gajah itu juga tidak akan mendatangi "rumah manusia". Kan kasihan, udah nggak punya tempat tinggal lagi, mau minta makan eh malah dibantai. Kasihan benar nasibmu Jah…Jahat benar manusia yang melakukan pembunuhan trhd gajah2 itu…perbuatan itu pasti ada balasannya juga di akherat..setimpal dg perbuatannya

Ada indikasi penduduk desa melakukan hal tersebut untuk mencari perhatian ~_~ who knows..PLEASE STOP KILLING ANIMAL!

10
Apr

Harimau Buntung….Ulah Manusia Biadab

Harimau Pincang

Raja Hutan yang
Terus Diburu

 
Harimau terkenal gagah dan ditakuti penghuni hutan lainnya
sehingga sering dijuluki si Raja Hutan. Puluhan tahun lalu, ia berkeliaran di
pedalaman hutan Bali, Jawa dan Sumatera. Namun, seiring hilangnya hutan Jawa
dan Bali, si kulit loreng ini semakin langka dan kini hanya dapat ditemui di
Pulau Sumatera.

© Copyright WWF / Tesso Nilo ProjectHarimau_buntung

Harimau Sumatera (Panthera
tigris sumatrae
) hidup di pedalaman hutan Sumatera termasuk di Taman
Nasional Teso Nilo, Riau.
Menurut
kabar terakhir, jumlahnya di Sumatera tersisa sekitar 400 ekor. Setiap hari,
hidup si kucing besar ini terancam baik oleh kerusakan habitat, konflik
harimau-manusia yang berakhir pada kematian, maupun perburuan liar.

 

Kehilangan Satu Kaki

Harimau_buntung2

Predator tertinggi dalam piramida makanan
ini rupanya bukan hanya pemburu mangsa. Ia pun diburu untuk diambil kulit,
gigi, tulang, tengkorak, dan organ-organ tubuh lainnya. Sebuah bukti perburuan,
baru-baru ini di TN Tesso Nilo, WWF berhasil merekam melalui kamera intai dua
gambar harimau jantan yang pincang. Kakinya hanya tiga diduga akibat jerat
pemburu liar yang kemungkinan besar dipasang untuk menjerat babi hutan liar.
Dua foto harimau pincang didapatkan di dua lokasi berbeda pada Maret dan Mei
2007 yang kemungkinan besar adalah harimau yang sama.
Harimau tersebut juga diperkirakan lolos dari
jerat pada November 2006. 

Meski harimau di dalam foto tersebut
tampak dalam kondisi baik, namun kelanjutan hidupnya tidak pasti. Dengan
kondisi pincang atau cacat, kemampuannya memburu mangsa alami akan berkurang.
Khawatirnya, ia akan mengincar ternak atau penduduk yang berujung pada konflik
antara harimau-manusia.

“Keberadaan
populasi harimau

Sumatra

saat ini sangat terancam, oleh karena itu pemasangan jerat seperti ini tidak
boleh terjadi lagi di kemudian hari”, ujar Sunarto, Koordinator Survei dan
Monitoring Harimau WWF di Riau. Harimau Sumatera adalah satwa dilindungi dalam
CITES Apendix I.

Jerat dapat menjadi ancaman baru
untuk harimau. Beberapa jerat sengaja didesain khusus untuk menangkap harimau
oleh para pemburu, sedangkan jerat lainnya didesain untuk menangkap satwa lain
seperti babi hutan yang dianggap sebagai hama oleh warga desa.

 

© Copyright WWF / Tesso Nilo Project

Penyitaan Jerat

Sejak tahun 2005, WWF bersama tim
anti perburuan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau telah berhasil
menyita sedikitnya 101 jerat, 75 diantaranya berada di dalam kawasan lindung TN
Tesso Nilo dan Rimbang Baling. Dari 101 jerat yang ditemukan, 23 diantaranya
adalah jerat khusus untuk harimau, sedangkan sisanya untuk menangkap babi
hutan, kijang, rusa, dan beruang madu.

WWF juga bekerjasama dengan Balai TN
Tesso Nilo dan BKSDA Riau untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak
memasang jerat dan memberikan penyuluhan bahayanya jerat bagi keselamatan
satwa. “Kami akan terus mensosialisasikan kepada masyarakat yang bermukim di
sekitar taman nasional tentang keberadaan harimau itu agar mereka dapat lebih
berhati-hati dan dapat mengambil langkah antisipasi konflik”, tambah Sunarto.

Taman nasional juga diusulkan untuk
diperluas menjadi sekurangnya 100.000 ha demi menjamin kelangsungan hidup
jangka panjang populasi harimau dan gajah serta mengatasi masalah serius yang
mengancam taman nasional dari perambahan, perburuan, dan aktivitas ilegal
lainnya.

Tanpa upaya perlindungan segera
terhadap habitat dan daerah jelajah harimau, maka konflik antara harimau dengan
manusia akan semakin sulit dicegah. **

04
Feb

Panthera Tigris

Harimau.

   
panthera-tigris.jpg

Harimau tergolong dalam kerajaan haiwan dalam filum
kordata (bersaraf tunjang), sub-filum vertebrata (bertulang belakang),
kelas mamalia (berdarah panas, berbulu dengan kelenjar menyusu),
susunan maging (Carnivor), keluarga felidae (kucing), genus panthera,
spesies tigris (harimau).


Sejarah Silam Harimau

wallpaper_12304.jpg
Harimau dan kesemua hewan pemangsa order maging
(karnivor) merupakan keturunan hewan purba yang dikenali sebagai
Miacids yang hidup pada akhir zaman Cretaceous kira-kira 70-65 juta tahun lalu semasa zaman dinosaur
di Asia Barat (Andrew Kitchener, “The Natural History of Wild Cats”).
Tidak banyak fossil Miacids dijumpai tetapi berdasarkan fosil yang
ditemukan, Miacids dipercayai merupakan mamalia maserba bersaiz kecil
dan berkaki empat. Miacids mempunyai 44 gigi termasuk gigi khas untuk
mengoyak daging, mempunyai badan yang panjang, berekor panjang,
mempunyai bahu dan siku yang dapat melentur, dengan anggota kaki yang
pendek. Miacids berangsur-angsur berubah selama 60 juta tahun
untuk menghasilkan beratus-ratus cabang keturunan termasuk anjing,
beruang, anjing laut, weasels, stoats, dan sebagainya.

d8f05789-8155-499b-aa9e-45a6a06ac4a8.jpg

Dua sub-order utama dari keturunan Miacids adalah
Fissipeda (kaki terbelah) yang termasuk weasel, cemperlai, anjing,
hyenas, kuching, cemperlai; dan Pinnipeda (”mempunyai kaki pendayung”) dan termasuk singa laut, anjing laut, dan gajah mina (walruses). Di
antara Fissipeda termasuk 37 spesies kucing besar (big cats) yang
terdapat pada masa sekarang, termasuk harimau (Panthera tigris ).

Fosil harimau yang hidup pada akhir zaman Pliocene /
zaman Pleistocene telah ditemui di kawasan timur Asia di China dan
Siberia, dan dari situ harimau dipercayai bergerak kepada dua arah.
Harimau yang bergerak melalui hutan Asia Tengah ke barat dan baratdaya
menjadi harimau Caspian.
Harimau yang bergerak dari Asia Tengah ke arah kawasan pergunungan
barat, dan seterusnya ke Asia tenggara dan kepulauan Indonesia,
sebahagiannya ke barat sehingga ke India (Hemmer,1987)

Harimau gigi Sabre (Harimau Sabre-tooth)
Harimau gigi Sabre merupakan salah satu cabang evolusi
keluarga kucing tetapi bukanlah leluhur langsung keluarga harimau yang
terdapat pada masa sekarang. Cabang keturunan harimau gigi Sabre telah
pupus semenjak berjuta tahun dahulu. Harimau gigi Sabre mendapat nama
daripada giginya yang menjulur keluar, bengkok seperti pedang sabre
yang digunakan oleh tentera berkuda

.tiger-rest.jpg
Terdapat lima sub-spesies harimau dalam Genus Panthera
yang masih hidup pada masa sekarang dari jumlah asal delapan sub-spesies
harimau modern. Tiga sub-spesies harimau yang selebihnya telah
dianggap punah secara resmi. Sub-spesies harimau yang diketahui adalah
seperti berikut:-

  1. Harimau Indochina (Panthera tigris corbetti) - yang terdapat di kawasan hutan hujan dan padang rumput Malaysia, Kemboja, China, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam.
  2. Harimau Bengal (Panthera tigris tigris) - yang terdapat di kawasan hutan hujan dan padang rumput Bangladesh, Bhutan, China, India, dan Nepal.
  3. Harimau Cina Selatan (/amoy) (Panthera tigris amoyensis) - yang tinggal di kawasan hutan hujan dan padang rumput tengah dan barat China.
  4. Harimau Siberia (Panthera tigris altaica) - atau juga dikenali sebagai Amur, Ussuri, Harimau Timur Laut China, atau harimau Manchuria. Harimau Siberia tinggal di kawasan hutan hujan dan padang rumput China, Korea Utara, dan Asia Tengah di Russia.
  5. Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) - yang tinggal hanya di kepulauan Sumatera, Indonesia.
  6. Harimau Caspian
    (Panthera tigris virgata) - yang telah punah sekitar 1950an. Harimau
    Caspian ini pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan dan padang rumput
    Afganistan, Iran, Mongolia, Turki, dan kawasan Asia tengah Russia.
  7. Harimau Jawa
    (Panthera tigris sondaica) - yang telah punah sekitar 1972. Harimau
    Jawa pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan kepulauan Jawa, Indonesia.
  8. Harimau Bali
    (Panthera tigris balica) - yang telah punah sekitar 1937. Harimau Bali
    pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan kepulauan Bali, Indonesia.

panthera-tigris2.jpg

Dalam kebudayaan Asia, harimau merupakan simbol
kekuasaan dan keberanian dan pernah digunakan sebagai pertanda (yang
bertanggungjawab untuk melaksanakan hukuman bunuh). Terpidana akan
dikurung bersama harimau untuk dibunuh. Hanya kaum bangsawan dibenarkan
memburu harimau dan mereka telah mendirikan kawasan perburuan yang luas
untuk memastikan jumlah harimau yang mencukupi untuk pemburuan.
Kawasan perburuan ini secara tidak langsung bertindak untuk mengekalkan
spesies harimau. Bagi bangsa Melayu pula, harimau dikaitkan dengan
keberanian dan ketangkasan.
Dalam agama Hindu,
dewa Durga digambarkan menunggang harimau serta memakai kulit harimau
menunjukkan peranannya sebagai pemusnah. Dalam agama Buddha, pengikut
Buddha menaiki harimau untuk menunjukkan upaya mereka mengalahkan
kekuasaan jahat. Harimau dipuja sebagai dewa dikalangan penduduk hutan di
India dan banyak kuil dan berhala didirikan untuk memuja harimau. Di
Sumatera pula, harimau dipercayai memberi pembalasan kepada mereka yang
berdosa. Terdapat juga kepercayaan mengenai manusia yang dapat menjelma
menjadi harimau jadi-jadian atau memelihara harimau jadi-jadian untuk maksud
tertentu.

Harimau Belang.Harimau
telah digambarkan dalam hasil seni Wangsa Shang Cina semenjak 1700
hingga 1050 B.C. Orang-orang Shang percaya bahawa harimau merupakan
perutusan antara alam manusia dengan alam roh. Dalam Wangsa berikut,
termasuk Wangsa Zhou 1050 hingg 221 B.C. harimau mula digambarkan
dengan lebih nyata dengan bahu harimau yang penuh berotot, lengan
dengan kuku yang panjang, dan kepala yang mempunyai taring yang
mengancam. Lagenda harimau mengkagumkan generasi berikutnya dan
gambaran harimau diletakkan dimakam untuk menghalau roh jahat dan
menjaga roh simati. Lukisan harimau tidur berhampiran sami Buddha
sebagai simbol kekuasaan Buddha ke atas kuasa alam dan binatang buas.
Pada abad ke 20, artis China melukis gambaran harimau sebagai simbol
kebangsaan. Harimau merupakan spesies terbesar dalam keluarga kucing,
melebihi saiz singa, jaguar, cheetah, ataupun harimau bintang.

Harimau juga merupakan haiwan pemangsa terbesar dalam
keluarga harimau (big cats). Harimau sub-spesies Siberia adalah harimau
terbesar, sementara harimau sub-spesies Sumatera adalah harimau
terkecil. Harimau jantan juga mempunyai saiz badan yang lebih besar
daripada harimau betina. Harimau memburu dengan senyap dan tangkas,
kebolehannya untuk menyelip dan muncul secara tiba-tiba untuk menyerang
mangsanya adalah satu kebolehan yang amat luar-biasa apabila mengambil
kira saiznya yang besar dengan berat badannya itu. Ini menjadikan
harimau dianggap mempunyai kuasa mistik dan penuh misteri. Bentuk tubuh
harimau sememangnya direka melalui proses evolusi sebagai haiwan
pemangsa untuk memburu mangsa yang besar. Kaki belakangnya adalah lebih
panjang daripada kaki hadapannya untuk memberikan kelebihan kepada
harimau untuk menerkam sehingga jarak 9 meter (30 kaki) dengan sekali
lompatan untuk menangkap mangsanya. Bahagian hadapan dan bahunya
mempunyai otot yang tebal dan kental. Tapak kakinya dilengkapi dengan
kuku panjang yang boleh ditarik masuk dan keluar dengan pantas.
Keupayaan ini membolehkan harimau bergerak dengan senyap tatapi pada
masa yang sama mampu mencakar atau mencekam mangsa dengan pantas dan
kuat. Rahang harimau yang lebih pendek berbanding keluarga harimau lain
(other big cats) memberikan kekuatan tambahan kepada rahang harimau
ketika membaham mangsanya.

whitetigerw.jpg

Harimau Siberia jantan yang dewasa dapat mencapai panjang sehingga 3.96 meter (13 kaki) dengan berat melebihi 362.81 kilogram (800 pon). Harimau Bengal
jantan yang dewasa pula dapat mencapai 3.05 meter (10 kaki) panjang
dengan berat badan hingga 249.43 (500 pon), sementara harimau betina
mempunyai berat 136.05 kilogram (300 pon) dengan panjang hingga 2.74
meter (9 kaki). Belang harimau berbeda tergantung kepada musim, iklim
tempat, lokasi termasuk luas, belang, keterangan warna, dan panjang
bulu. Warna latar harimau berbeda antara kuning keterangan terang hingga warna merah karat gelap yang diliputi dengan belang gelap, jalur berlapis, merentangi secara menegak dari satu sisi melampaui
kebelakang hingga ke sisi bersebelahan. Bagian bawah dagu dan bawah perut biasanya bewarna keputihan, berbeda dengan warna latar dan warna belang.

Kawasan harimau didapati telah berkurangan secara drastis  kebelakangan ini. Pada masa lalu harimau banyak di
hutan hujan tropis dan padang rumput yang dipenuhi kehidupan liar dan
meliputi sebagian besar kawasan di Asia. Pada awal 1900′an
diperkirakan terdapat melebihi 100,000 harimau di kawasan Asia termasuk
40,000 di India. Tetapi jumlah harimau ini diperkirakan menurun sampai 4,000 ekor saja pada awal tahun 1970′an. Jumlah sebenarnya
harimau yang hidup liar tidak dapat diperkirakan dengan tepat. Kegiatan pemburuan liar kian memburuk
disebabkan jumlah harimau yang dibunuh tidak dilaporkan, untuk itu
jumlah harimau yang diperkirakan masih hidup senantiasa melebihi jumlah
harimau sebenarnya.

Kesemua keluarga kucing dapat berenang bila terpaksa, tetapi kebanyakan spesies kucing besar akan menghindari air
kecuali untuk minum. Hanya harimau dan jaguar yang gemar mandi atau
berendam di dalam kubangan, rawa, dan sungai. Harimau yang tinggal di
kawasan hutan hujan di India dan Asia sering didapati berendam secara
duduk atau berdiri hingga leher di dalam air kubangan atau sungai
sebagai satu cara menyejukkan badan mereka. Ini mungkin disebabkan
harimau merupakan seekor haiwan pemburu yang aktif menyebabkan harimau
mempunyai kadar metabolisma yang tinggi. Secara langsung, ini
menyebabkan harimau mempunyai suhu badan yang tinggi. Suhu badan yang
terlalu panas ini dapat membunuh harimau. Pernah seekor harimau sarkas
spesies Siberia yang berada dalam kurungan ditemukan mati secara
mendadak di Sunway Lagoon akibat temperatur panas (heat stroke).

Warna loreng belang harimau kelihatan menonjol dan
amat ketara apabila dilihat di dalam kebun binatang, tetapi belang tersebut
menjadi satu penyamaran yang baik dalam habitat asal harimau ketika
berada di celah rumput gajah (elephant grass) dan semak belukar ketika
harimau mengendap-endap mengincar mangsanya. Seorang warga pernah
mengalami pertemuan dengan harimau menceritakan bahawa pernah seekor
harimau menyelinap dicelah-celah semak, berniat mencuri
ikan yang ditangkapnya ketika dia berada dalam jarak 50 meter tanpa
sedikitpun disedarinya. Dia hanya mengetahui adanya harimau dengan kesan tapak kaki yang tertinggal. Nasibnya baik kerana harimau
itu hanya mencuri ikan dan bukannya jenis harimau pembunuh manusia. (Ketika itu dia menangkap ikan dalam kawasan hutan dan bukannya dikawasan penempatan manusia)

Warna celoreng belangnya menjadikan bentuk harimau
tidak ketara apabila harimau mengendap dan bersedia untuk menerkam
mangsa buruannya. Harimau merupakan hewan pemburu yang gemar memburu
secara sendirian atau ketika menyerang  mangsa yang berukuran
serdahana dan besar seperti kancil, pelanduk, rusa, babi, kijang , dan
kerbau liar. Harimau juga mampu dan pernah tercatat membunuh badak
sumbu, anak gajah, kerbau, rusa spesies moose, anak tenuk,
buaya, malah harimau juga tidak ragu-ragu untuk menangkap hewan
ternak apabila hewan liar yang biasa menjadi mangsanya telah
berkurang. Harimau pada kebiasaannya memburu secara sendirian akan
mejelajah mencari mangsa dan tidak hanya sekadar menunggu untuk
menyerang mangsa.

Harimau biasanya mula berburu pada lewat petang
apabila waktu menjelang. Harimau akan mulai berburu dan menjelajah hingga melebihi jarak 12 km untuk mencari mangsa. Harimau
pada kebiasanya akan mengikuti jejak hewan termasuk jalan raya dan kawasan buatan manusia dan akan senantiasa waspada dengan setiap suara
atau pergerakan, walau sekecil apapun. Harimau berburu dengan cara
mengendap untuk menghampiri mangsanya dengan bersembunyi dicelah
rimbunan tumbuhan, sehingga pada jarak beberapa meter saja daripada
mangsanya. Harimau akan bergerak dengan berhati-hati dan akan
melangkah setapak demi setapak secara terhenti-henti untuk memperkirakan keadaan sekitar. Apabila sudah menghampiri
mangsa, harimau akan menghulur kepalanya, sambil merendahkan badan ke
tanah, telinganya diarahkan ke kepala ketika mengendap mangsa. Pada
saat yang tepat, harimau akan menerkam ke arah mangsa dalam beberapa
lompatan saja, sebelum menglibaskan kakinya kepada mangsa untuk
menjatuhkan mangsa dengan menggunakan seluruh berat tubuhnya, pada masa
yang sama mengelakkan balasan tanduk dan kaki mangsa.

Harimau pada kebiasaannya akan menyerang dari arah
belakang dan sisi dan membunuh mangsa dengan menggigit kerongkong atau
belakang leher mangsa dengan menggunakan giginya. Rahang yang pendek
dan otot mukanya yang kuat memungkinkan harimau menggigit dengan kuat
sehingga  biasanya mampu mematahkan leher mangsa. Mangsa
harimau akan mati akibat patah tengkuk atau mati lemas karena tidak
dapat bernafas. Bagaimanapun harimau tidak selalu berhasil dalam
setiap pemburuannya dan pada kebiasaannya harimau hanya berhasil mendapatkan
tiga mangsa bagi setiap sepuluh pemburuan.

Harimau Belang.
Apabila harimau berjaya menangkap mangsa, pada
kebiasaannya harimau akan menarik bangkai mangsa ke dalam semak samun
dan akan makan sehingga petang dan sepanjang malam. Harimau tersebut
hanya berhenti untuk minum sekali sekala. Harimau mampu untuk makan 50
hingga 70 paun daging sepanjang malam dan akan mula makan pada bahagian
punggung dahulu dimana terdapat paling banyak daging. Harimau biasanya
akan duduk berdekatan dengan bangkai mangsa, menyorok dalam semak samun
berhampiran, sentiasa bersedia untuk mempertahankan makanannya daripada
haiwan pemakan bangkai yang lain. Bagaimanapun, fakta yang agak
menghairankan adalah harimau akan membenarkan harimau yang tidak
mempunyai kaitan dengannya untuk makan baki hasil tangkapannya. Harimau
akan makan untuk selama beberapa hari bergantung kepada saiz mangsa
sehingga habis, walaupun daging tersebut telahpun busuk dan berulat.
Ini menunjukkan harimau mempunyai deria rasa yang kurang berkembang.
Dalam tempoh itu, harimau akan menyorok bangkai mangsa di bawah
timbunan daun, dahan pokok, atau rumput.

Ibu harimau juga mempunyai sifat penyayang terhadap
anaknya. Walaupun buas, harimau betina yang mempunyai anak kecil akan merelakan anaknya untuk makan terlebih dahulu walaupun ia terpaksa lapar. Ini adalah berbeda jika dibandingkan dengan singa yang mana
mempunyai giliran makan, di mana singa jantan utama akan makan dahulu,
diikuti dengan singa jantan lain, singa betina utama dan kemudiannya
oleh yang lain-lain. Harimau hanya berhasil menangkap
mangsa dalam 30 perseratus pemburuan, tetapi ini bergantung kepada
kepadatan mangsa, keadaan sekeliling, faktor umur, dan lain-lain.

Walaupun harimau mempunyai cara hidup menyendiri,
harimau dapat disatukan dalam kurungan secara berkelompok, dan kumpulan
kecil harimau pernah dilihat berkerjasama dalam pemburuan. Ini
menunjukkan bahwa harimau dapat bertoleransi untuk hidup berkelompok. Harimau telah berkembang dengan keadaan sekeliling yang
tidak membenarkan perkembangan pergaulan sosial berkelompok yang rumit
tetapi masih mengekalkan perwujudan sistem sosial yang fleksibel. Ibu
harimau mungkin akan berburu dengan anaknya yang remaja, atau
sekumpulan harimau yang mempunyai pertalian darah mungkin akan
berkerjasama secara sementara untuk berburu. Harimau juga akan memburu
bersama pasangannya pada musim kawin, tetapi ini hanyalah satu
gabungan sementara selama beberapa minggu ketika harimau betina berada
dalam waktu subur.

Harimau juga mempunyai indera penciuman yang kuat dan dalam
satu kajian, harimau dapat mencium bau manusia pada jarak 150 kaki
yang berdiri dari arah angin bertiup kearah harimau. idera penciuman ini
sudah pasti banyak membantu harimau ketika berburu di dalam hutan hujan
tropis yang tebal, di mana pandangan harimau terhalang. Selain itu, indera penciuman yang kuat itu digunakan untuk mancari harimau betina di musim kawin, mengelak kawasan yang ditanda oleh harimau jantan. Harimau menghasilkan berbagai
bunyi termasuk mengaum, mendengus, batuk, dan mengeram. Harimau mengeram pada berbagai waktu termasuk berinteraksi ketika makan, atau
mengancam, dan harimau juga mengaum ketika mencari pasangan. Harimau
akan mendengus sebagai satu cara menyapa antara harimau atau kepada
anak haimau.

Selain itu, harimau juga menggunakan berbagai cara
untuk menandai kawasannya sebagai cara berhubungan antara sesama jenis.
Meninggalkan kesan bau di pokok, semak, dan batu sepanjang kawasan dengan
air kencing bercampur rembesan dari kelenjar dibagian dubur, kotoran yang ditinggalkan di tempat terbuka, dan tanda cakaran merupakan
cara berhubungan di antara harimau. Harimau akan menandakan kawasannya
dengan kencing sekitar setiap 50 kaki. Air kencing yang ditinggalkan
mampu bertahan lama dan dan akan tahan selama
beberapa bulan.

Mencakar pokok yang menonjol sepanjang
kawasan juga menjadi papan tanda pada saingan supaya jangan ceroboh. Bahan kimia
dan tanda yang ditinggalkan memberikan banyak maklumat kepada harimau lain tanpa perlu bertemu. Harimau jantan dapat mengenal pasti
keadaan subur harimau betina dan harimau yang ceroboh akan
mendapat tanda mengenai kehadiran kekuasaan kawasannya, dengan itu
dapat mengelakkan pertemuan yang dapat berakhir dengan pertarungan atau
kecerderaan sesama harimau.

Harimau jantan akan mempertahankan kawasannya
daripada  harimau jantan lain yang memasuki kawasannya,
tetapi dapat berbagi kawasan dengan beberapa ekor harimau betina.
Harimau betina yang akan menghasilkan rembesan
yang ditinggalkan bersama air kencing, mengeram, dan mengaum untuk
menarik perhatian harimau jantan yang tinggal berdekatan. Harimau
betina mencapai masa kawin setiap tiga hingga sembilan minggu dan
subur selama tiga hingga enam hari. Harimau jantan mungkin terpaksa
mendekati harimau betina selama beberapa hari sebelum diterima dan
mereka akan bersama sehingga 100 kali selama beberapa hari berikutnya.
Selepas mengandung selama 104 hari, dua hingga lima ekor anak
harimau akan dilahirkan. Rata-rata hanya dua ekor akan selamat hingga
dewasa.

tiger-sib-cromer.jpg

Anak harimau dilahirkan buta dan tidak berdaya,
dengan berat perkiraan sekitar 2.2 pon seekor dan sudah mempunyai warna dan
belang. Anak harimau akan dibesarkan oleh harimau betina secara sendirian yang akan menempatkan mereka di kawasan tersembunyi
ketika sang induk berburu. Harimau betina akan kembali memberikan susu
kepada anaknya setiap beberapa jam sekali. Anak harimau akan mula membuka mata
pada minggu kedua dan akan mulai memakan daging pada minggu kedelapan.
Anak harimau akan berhenti menyusu setelah berusia enam bulan dan pergi sendiri setelah mencapai usia 18 bulan, walaupun mereka mungkin akan
tinggal dalam kawasan ibu harimau hingga berusia 2 1/2 tahun. Anak
harimau terancam oleh hewan pemangsa termasuk harimau lain ketika
mereka ditinggalkan saat ibu harimau keluar berburu. Oleh itu, ibu
harimau kerap memindahkan anak-anaknya ketempat yang lebih aman. Ibu
harimau akan memindahkan anak-anaknya beberapa kali dengan menggigit tengkuk mereka secara halus, dan memanggil mereka untuk mengikutinya setelah
mereka lebih dewasa. Anak harimau mulai belajar berburu dan lebih
bersikap berdikari apabila berusia satu tahun. Ibu harimau juga akan
mula mengajarkan anak harimau untuk membunuh buruan yang ditangkap
olehnya.

Harimau jarang menjadikan manusia sebagai mangsa dan
akan menhindari manusia secara naluri, bagaimanapun
pertemuan manusia dengan harimau dapat terjadi. Apabila manusia mengganggu keseimbangan mangsa dan
pemangsa dengan membuka kawasan hutan dan membawa masuk hewan ternak, ini menjadikan mangsa harimau berkurang. Apabila ini
terjadi, harimau akan mulai beralih kepada hewan  ternak seperti
kerbau atau lembu, dan mangsa manusia pertama biasanya adalah
pengembala lembu atau kerbau. Apabila harimau mendapati manusia sebagai
mangsa yang mudah dan tidak berdaya, harimau akan mulai memburu manusia.

Terdapat usaha untuk mengembangbiakan harimau di dalam kebun binatang
dengan tujuan pengekalan sub-spesies. Harimau ini akan digunakan untuk
penempatan semula harimau dikawasan yang selamat dimasa akan datang.
Untuk tujuan ini, jumlah harimau yang diperlukan adalah bermula dengan
30 harimau liar dengan jumlah sasaran sebanyak 120 ekor harimau sebelum
dilepaskan hidup liar. Jumlah ini dapat menghindari kelemahan gen
disebabkan pembiakan sesama sendiri (cross-breading).

Berasaskan jumlah di atas, nasib rumpun kumpulan
harimau liar yang berjumlah lebih kecil dari 30 ekor di sesuatu kawasan sangat memprihatinkan dan persoalannya pada masa kini adalah apakah
harimau akan lenyap sebagaimana lenyapnya dinosaurus dari pada muka bumi. Oleh itu kita perlul lebih peka kepada nasib kehidupan liar
dan berusaha untuk mengekalkan kehidupan liar dan mengelakkan mereka
daripada ancaman kepunahan.